Tangki IPAL BIO (WTTP)

Pabrikasi waste water treatment plant (WTTP) yang merupakan tangki IPAL Bersertifikat sesuai standar baku mutu dari Dinas

Standardization of Aplication Method

Perusahaan kami menerapkan standarisasi produk mulai dari pembuatan dan perakitan, sehingga keandalan mutu dan kualitas terjamin

Water Roof Tank Fiberglass

Tangki air extra capasity (water panel) kualitas terbaik dari kami life time service sehingga mampu diandalkan untuk mensuplai kebutuhan air Anda

Tangki IPAL bio integrated system

Tangki IPAL (STP) dengan teknologi biofilter mampu menstabilkan air limbah bekas rumah tangga dan industri menjadi air yang ramah lingkungan

Kursi Multi Fungsi Fiberglass

Kami memprodsi meja dan kursi untuk segala kebutuhan (indor dan outdor) kuat dan tahan panas di bawah terik matahari sekalipun

Tampilkan postingan dengan label Berita Hari Ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Hari Ini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2021

Keutamaan Datang Awal Waktu Pada Waktu Sholat Jum'at

Adab dan Keutamaan Sholat Jum'at

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Kami adalah orang-orang kemudian yang mendahului pada hari kiamat. Hanya saja mereka (dan dalam satu riwayat: hanya saja setiap umat 4/153) diberi kitab sebelum kita (dan kita diberinya sesudah mereka 1/216). 

Kemudian hari mereka ini yang telah difardhukan oleh Allah telah diperselisihkan mereka. Maka, Allah memberi petunjuk kepada kita. Lantas orang-orang mengikuti kita mengenai hari itu, orang-orang Yahudi besoknya (hari Sabtu), dan orang-orang Nasrani besok lusa (hari Ahad)." (Lalu beliau diam, kemudian bersabda, "Karena Allah ta'ala[1], wajib atas setiap muslim mandi sekali dalam seminggu, dengan mencuci kepalanya dan seluruh tubuhnya." 1/216).

Baca Juga: Kegunaan Tangki Panel Fiberglass

Keutamaan Mandi Pada Hari Jumat, dan Apakah Anak-Anak atau Wanita Wajib Menghadiri Shalat Jumat?

Abdullah bin Umar r.a. berkata (dan dari jalan lain darinya, berkata, "Saya mendengar 1/215) Rasulullah (berkhutbah di atas mimbar, lalu 1/220) bersabda, "Jika seseorang dari kamu mendatangi shalat Jumat, maka hendaklah ia mandi."


Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa Umar ibnul-Khaththab ketika sedang berdiri khutbah Jumat tiba-tiba masuklah seorang laki-laki dari golongan kaum Muhajirin Awwalin[2] (yakni orang-orang yang ikut berpindah dari Mekah ke Madinah dan yang terdahulu masuk Islam) dari sahabat Nabi saw.. Lalu, Umar berseru kepadanya, "Saat apakah ini?" Orang itu menjawab, "Aku disibukkan oleh suatu hal, maka tiada kesempatan bagiku untuk pulang kepada keluargaku, sehingga aku mendengar suara azan. Oleh sebab itu, aku tidak dapat berbuat lebih dari pada berwudhu saja." Umar berkata, "Juga hanya berwudhu saja, padahal Anda tentu mengetahui bahwa Rasulullah menyuruh mandi?"

Mengenakan Wangi-wangian untuk Mendatangi Shalat Jumat

Amr bin Sulaim al-Anshari berkata, "Aku bersaksi kepada Abu Sa'id, ia berkata, 'Saya bersaksi atas Rasulullah, beliau bersabda, 'Mandi pada hari Jumat itu wajib atas setiap orang yang sudah balig (dewasa),[3] menggosok gigi, dan memakai minyak wangi jika ada.'" Amr berkata, "Adapun mandi, maka saya bersaksi bahwa ia adalah wajib. Sedangkan, menggosok gigi dan mengenakan wewangian, maka Allah lebih tahu apakah ia wajib atau tidak. Akan tetapi, demikianlah di dalam hadits."

Keutamaan Shalat Jumat

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mandi Jumat seperti mandi junub kemudian berangkat (ke masjid), maka seolah-olah ia berkurban unta. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang kedua, maka seolah-olah ia berkurban lembu. Barangsiapa yang berangkat pada saat ketiga, maka seolah-olah ia berkurban kibas yang bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang keempat, maka seolah-olah ia berkurban ayam. Dan, barangsiapa yang berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah ia berkurban telur. Apabila imam keluar (naik mimbar), maka para malaikat mendengarkan khutbah."

Baca juga artikel kami yang lain:


Share:

Kamis, 08 April 2021

Mudik Lebaran 2021 Dilarang Pererintah

Traveler akan Nekat Mudik Walau Dilarang

Jakarta - Seperti tahun 2020 lalu, tahun ini Pemerintah kembali melarang mudik Lebaran. Hanya berkaca dari yang lalu, tak sedikit warga yang tetap ingin mudik.

Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) Muhajir Effendy telah mengumumkan pelarangan untuk semua kalangan termasuk ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri dan juga masyarakat untuk mudik lebaran.

Baca Juga: 

Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka

"Maka ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan," kata Menteri Koordinator PMK, Muhadjir Effendy, usai rapat gabungan dengan berbagai kementerian dan konsultasi dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (26/3) siang.

Baca juga: Kebijakan Larangan Mudik 2021 Diumumkan 8 Menteri Sekaligus

Terkait larangan mudik yang kembali diberlakukan tahun ini, nyatanya tak menyurutkan semangat para warga luar Jakarta yang mencari nafkah di kota yang dijuluki Batavia ini. Salah satunya adalah Sella (bukan nama sebenarnya) (31) yang berasal dari Indramayu, Jakarta Barat.

Dihubungi detikTravel via sambungan telepon, Rabu (7/4/2021) Sella bercerita kalau ia akan tetap mudik tahun ini walau dilarang. Berkaca dari tahun lalu, Sella tetap Kembali mudik ke kampung halamannya walau sadar soal penyekatan tahun lalu.

"Tahun lalu gue balik naik travel. Ya gimana adek gue masih kecil, (umur 10 tahun)," ujar Sella.

Menyadari adanya resiko penyekatan, Sella tetap nekat mudik dengan naik travel ke Indramayu. Agar aman, ia berangkat sehari selang penyekatan dan berangkat pada pukul 22.00 malam.

"Berangkat naik travel, jalan jam 22.00 malam lewat jalan biasa. Aman gak ada penyekatan," ujarnya.

Berkaca dari tahun lalu, Sella pun tetap ingin Kembali mudik ke Indramayu tahun ini. Berbeda dengan yang lalu, kini moda transportasi telah lebih tanggap dengan fasilitas GeNose C-19 hingga rapid antigen yang jadi syarat bepergian.

"Tahun ini naik kereta, kan ada GeNose C-19, ada rapid test antigen juga. Kalau dulu kan belum ada," ujar Sella.

Dengan adanya GeNose C-19 hingga rapid test antigen, Sella beranggapan kalau momen mudik tahun ini akan lebih baik dari pada sebelumnya. Agar lebih aman, ia tetap berencana mudik sebelum larangan mudik diterapkan.

"Rencana ambil cuti, jalan malam sehari sebelum dilarang lagi," pungkasnya.

Pada akhirnya, larangan mudik tetap tidak menjadi pilihan oleh Sella. Terlebih lagi, dia tak punya keluarga atau sanak saudara di Jakarta. "Habis di Jakarta nggak ada siapa-siapa, mending mudik," tutupnya.

Source: Detik Travel (https://travel.detik.com/travel-news/d-5523920/seperti-tahun-lalu-traveler-akan-nekat-mudik-walau-dilarang)


Mungkin Anda tertarik dengan artikel kami yang lain:
Share:

Selasa, 06 April 2021

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Jakarta

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Jakarta 

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 85 sekolah yang ada di ibu kota. Uji coba PTM di tengah situasi pandemi Covid-19 ini dilakukan mulai 7 hingga 29 April 2021.

Uji coba ini dilakukan untuk memastikan bahwa kesehatan dan keamanan peserta didik adalah prioritas utama dalam perancangan kebijakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 mendatang. Uji coba dilakukan secara terbatas dengan sistem pembelajaran campuran (blended learning).

BACA JUGA : Benda bertuliskan Munarman FPI di Depok diamankan Gegana

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan rencana pembelajaran tersebut. Berbagai rekomendasi pun telah diterima demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan satuan pendidikan di semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Prioritas kita semua adalah kesehatan dan keamanan peserta didik. Tentunya seluruh persiapan akan didiskusikan terlebih dahulu dan dimatangkan sebelum dilaksanakan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa (6/4/2021).

Disdik DKI telah mempersiapkan kanal Siap Belajar untuk asesmen mandiri seluruh satuan pendidikan di ibu kota. Siap Belajar merupakan asesmen yang mengukur dua aspek penting dalam PTM, yaitu kesiapan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan dan kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran campuran, baik di rumah maupun tatap muka terbatas.

Nahdiana menyebut, setiap butir penilaian yang ada pada Siap Belajar memiliki kriteria yang disesuaikan dengan standar kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta pedoman yang dikeluarkan oleh UNESCO dan OECD.

“Proses ini telah kami lakukan sejak lama. Kami juga selalu berkoordinasi dengan banyak pihak mulai dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dinas Kesehatan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ikatan Psikolog Klinis para pakar pendidikan, dan orang tua untuk memastikan standar asesmen yang kami lakukan akurat bahkan di atas standar nasional,” tuturnya.

Hasil asesmen tersebut dijadikan dasar untuk menentukan sekolah sebagai kandidat uji coba secara terbatas. Pada tahap awal, terdapat 100 sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat yang memenuhi kriteria untuk selanjutnya mengikuti pelatihan.

Dalam tahapan selanjutnya, diputuskan hanya ada 85 sekolah yang memenuhi kriteria untuk mengikuti uji coba PTM terbatas. Daftar sekolah di ibu kota yang melaksanakan uji coba PTM dapat di lihat di tautan ini. 

"Dalam penerapan pembelajaran campuran, para orang tua tetap memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anaknya diberikan izin untuk mengikuti pembelajaran campuran atau belajar dari rumah," kata Nahdiana.

Disdik DKI juga akan memberikan edukasi kepada peserta didik dan orang tua terkait pembelajaran campuran. Selama pelaksanaan uji coba terbatas, dilakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin oleh pihak terkait seperti pengawas sekolah, unsur Suku Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19 tingkat Kelurahan dan Kecamatan, unsur Suku Dinas Pendidikan, dan unsur Dinas Pendidikan.

"Pihak satuan pendidikan telah melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat atau rumah sakit terdekat. Pemantauan dilakukan menyangkut aspek pelaksanaan protokol kesehatan dan pembelajaran sesuai yang ditetapkan dalam masa pandemi Covid-19," ujarnya.

Lebih lanjut, Nahdiana merinci poin-poin penting dalam pelaksanaan uji coba PTM terbatas di DKI Jakarta. Antara lain:

Jumlah hari tatap muka terbatas adalah 1 hari dalam 1 minggu untuk 1 jenjang kelas;

Jumlah peserta didik yang terbatas dengan maksimal 50% dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antarsiswa;

Durasi belajar yang terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari;

Materi pembelajaran yang terbatas, yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka;

Satuan pendidikan yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran (blended learning); dan

Pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi.

Nahdiana menyatakan bahwa pihak sekolah akan segera berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut apabila ditemukan gejala Covid-19 pada siswa dan guru saat pelaksanaan uji coba PTM terbatas.

Namun apabila terdapat kasus positif Covid-19, maka sekolah atau satuan pendidikan tersebut akan ditutup selama 3x24 jam untuk dilakukan disinfeksi serta tracing oleh Dinas Kesehatan DKI. "Satuan pendidikan dapat dibuka kembali, setelah pihak berwenang menyatakan sekolah dalam kondisi aman dari paparan Covid-19," katanya.

Nahdiana mengajak masyarakat ikut terlibat dalam pemantauan dan pelaporan terkait uji coba pembukaan sekolah terbatas melalui kanal aduan Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada layanan call center 081287671339 atau 081287671340 dan Posko Dinas Pendidikan Jl. Gatot Soebroto No. Kav. 40-41, Kuningan, Jakarta Selatan.

Secara terpisah, Kasubag Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Raja menyatakan bahwa sejatinya terdapat 86 sekolah yang dinyatakan lolos melaksanakan uji coba PTM terbatas dari total 100 satuan pendidikan yang mengikuti asesmen. Namun satu sekolah mengundurkan diri. 

"Awalnya 86, satu mundur. Karena belum berani. (Penyebabnya) banyak faktor, di antaranya kesiapan ortu mengizinkan anaknya ke sekolah. Pihak Disdik enggak bisa memaksa kondisi sekolah harus PTM," kata Taga kepada wartawan.

Taga menjelaskan skema uji coba pembelajaran tatap muka di 85 sekolah Jakarta. Dia menegaskan, uji coba PTM hanya diikuti siswa kelas 4 SD hingga kelas 12 SMA atau sederajat. Sementara siswa kelas 3 SD ke bawah hingga tingkat PAUD tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pembelajaran tatap muka hanya akan dilakukan tiga hari dalam seminggu, yakni tiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara hari jeda yakni Selasa, Kamis, dan akhir pekan digunakan untuk disinfeksi. Pada uji coba nanti, tidak semua kelas bisa menghadiri sekolah tatap muka secara bersamaan.    

"Jadi di hari Senin itu yang belajar tatap muka SD kelas 4, SMP kelas 7, dan SMA kelas 10. Untuk Selasa seluruh ruangan disemprot disinfektan, antisipasipasi jika ada virus yang tertinggal di sekolah. Hari Rabu yang PTM SD kelas 5, SMP kelas 8, dan SMA kelas 11. Kemudian Kamis disinfektan lagi. Hari Jumat SD kelas 9, SMP kelas 10, SMA kelas 12. Begitu alurnya," kata Taga menjelaskan.

Rencana uji coba pembelajaran tatap muka di DKI Jakarta ini tak lepas dari sorotan Ombudsman. Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho mengatakan, ada dua aspek yang harus diperhatikan Pemprov DKI sebelum melakukan PTM, yakni regulasi dan kesiapan.

Dari aspek regulasi, kata dia, DKI Jakarta masih aktif menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sementara sesuai dengan UU tentang Kekarantinaan Kesehatan, PTM tidak bisa dilakukan apabila daerah tersebut melakukan PSBB.

"Kan perubahan PSBB itu harus sepengetahuan Menkes, jadi harus dilaporkan dulu ke Kemenkes. Nah dari kajian Kemenkes apakah PSBB di Jakarta ini sudah bisa dicabut atau tidak. Kalau di PSBB itu PTM sama sekali enggak boleh, artinya harus ada perubahan dulu apakah PSBB dicabut begitu," kata Teguh saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (6/4/2021).

Ombudsman juga meminta Pemprov DKI benar-benar mengkaji kesiapan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Dia tidak ingin ketidakmampuan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi saat uji coba PTM juga terjadi di DKI Jakarta.

Ombudsman Jakarta Raya mendapati dua permasalahan pada uji coba PTM di Kabupaten Bogor, yakni maladministrasi dan ketidaksiapan sekolah. Tak sedikit siswa di Bogor yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19, terutama penggunaan masker selama PTM di sekolah. Keberangkatan para peserta didik ke sekolah juga tidak dikontrol.

Karena itu, dia meminta Satgas Covid-19 DKI Jakarta ikut memastikan sekolah mana saja yang bisa melakukan uji coba PTM. Satgas juga harus memastikan pengawasan terhadap kegiatan tersebut berjalan efektif.

"Kemudian dalam tahap pelaksanaan harus ada kontroling pengawasan dari masing-masing bidang, jangan sampai diserahkan beban tugas kepada Disdik, karena harus ada pengawasan dari Dinkes, oleh pihak lain kalau sekolahnya ada sekolah Islam Kanwil Kemenag yang harus melakukan pengawasan kepada MTs dan Madrasah Aliyah, mereka harus terlihat," ucap Teguh.

Ombudsman juga meminta Satgas Covid-19 DKI melakukan swab test PCR secara berkala kepada peserta didik dan tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang melakukan uji coba PTM. Evaluasi juga harus dilakukan pada pertengahan pelaksanaan uji coba PTM. 

"Dalam waktu satu bulan itu minggu pertama ada swab (test), di tengah ada swab lagi untuk mengetahui apakah PTM tidak menyebabkan kenaikan angka Covid-19 di lingkungan sekolah. Di akhir ada swab lagi. Dari situ kita bisa memastikan apakah PTM di Jakarta bisa berjalan dengan baik atau tidak," kata Teguh.


Source:

Liputan 6 (https://www.liputan6.com/news/read/4524980/headline-uji-coba-belajar-tatap-muka-di-jakarta-mulai-7-april-2021-amankah)

Share:

Minggu, 04 April 2021

Benda Bertulisan 'Munarman FPI' di Depok Diamankan Gegana

Benda Bertulisan 'Munarman FPI' di Depok Diamankan Gegana

Jakarta - Benda mencurigakan dengan tulisan 'Munarman FPI' ditemukan di Jalan Grogol, Limo, Depok, Jawa Barat (Jabar). Benda tersebut telah diamankan oleh Tim Gegana Polda Metro Jaya.

"Betul, di Jalan Grogol, Limo," kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar kepada wartawan, Senin (5/4/2021).

Imran mengatakan benda itu ditemukan pada Minggu (4/4) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB. Benda itu ditemukan di sebuah warung.

"Jadi pukul 19.00 WIB itu pemilik warung melihat benda yang mencurigakan di dalam kardus, tas kresek. Karena yang bersangkutan merasa bukan barang dia yang bersangkutan lapor ke RT dulu, setelah RT, RT lapor ke polisi, polsek," kata dia.

Baca juga: Standar Baku Mutu Air Limbah

Imran mengatakan warga sempat memindahkan benda tersebut. Sebab, dia takut dengan benda yang mencurigakan itu.

"Tetapi pada saat proses pelaporan ke polsek yang bersangkutan karena takutnya itu digeser dia kira-kira 5 meter lah di belakang warung, diangkat dia, dipinggirkan dia, tapi ndak dibuka, karena merasa berat. Dia tarok, Polsek datang, kita laporkan, saya datang juga, saya berkoordinasi dengan Gegana Polda, Gegana yang berhak, karena perintah saya tidak boleh 'kamu bukan ahlinya'," kata dia.

Baca juga: Kiat Memilih Tangki Panel Fiberglass

Imran mengatakan dalam kotak tersebut ada kaleng roti bekas. Di dalam kaleng tersebut ditemukan beberapa buah benda.

"Itu kotak bekas roti, kaleng roti itu loh. Di dalam ada bungkusannya kan. Ada tulisannya itu ('Munarman FPI'), maksudnya apa, kita masih penyelidikan," jelasnya.

Imran mengatakan benda tersebut kemudian dibawa oleh Tim Gegana Polda sekitar pukul 22.00 WIB kemarin. Dia belum mengetahui isi benda tersebut.

"Sampai sekarang belum, Gegana belum ini, kan banyak peretelan di dalam itu. Belum, tapi biasanya Gegana diam-diam aja. Atau mungkin dia kasih tahu kita," katanya.

detikcom telah menghubungi Munarman untuk meminta tanggapan terkait penemuan benda mencurigakan tersebut, namun belum mendapat jawaban.

Source: https://news.detik.com/berita/d-5520119/benda-bertulisan-munarman-fpi-di-depok-diamankan-gegana




Share:

Kamis, 01 April 2021

Tangki Kilang Minyak Pertamina Kembali Terbakar

Tangki Kilang Minyak Pertamina Kembali Terbakar

Bandung - Setelah sebelumnya memunculkan api yang dahsyat, kini tangki kilang minyak Pertamina Balongan Indramayu yang sempat padam beberapa hari lalu kembali memunculkan api. Akan tetapi kobaran api kali ini berintensitas kecil.

Sampai berita ini di muat, api kembali muncul pada Kamis (2/4/2021) malam. Lebih jauh, api menyembur di tangki T-301 kilang minyak Balongan, Indramayu.

"Iya muncul lagi apinya. Tapi intensitasnya kecil," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dikonfirmasi.

Source: detikcom

Erdi menuturkan api yang muncul itu di salah satu dari tiga tangki yang sudah padam. Sekadar diketahui, sebelumnya tiga tangki dinyatakan padam dari kebakaran.

"Iya di salah satu (dari tiga tangki)," kata dia.

Baca juga: Tangki panel Fiberglass, Solusi Penampungan Air terbaik Jika Ada Insiden Kebakaran

Erdi menambahkan saat ini api yang muncul kembali di salah satu tangki itu masih dalam penanganan oleh tim gabungan. Tim masih melakukan upaya pemadaman.

"Sudah ditangani. Jadi petugas Pertamina Balongan dan tim lainnya sudah melakukan upaya pemadaman," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran terjadi di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021), pukul 00.30 WIB. Belasan warga mengalami luka-luka. Selain itu, para warga sekitar yang mengungsi.

Sumber Berita: https://news.detik.com/berita-jawa-barat, edisi Jumat, 02 Apr 2021)


Share:

Definition List

Unordered List

Support